Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Sekretaris Daerah Jabar Tanggapi Kasus Video Syur Seorang ASN

6
×

Sekretaris Daerah Jabar Tanggapi Kasus Video Syur Seorang ASN

Share this article
Sekda Jawa Barat Herman Suryatman.
Example 468x60

KabarSunda.com — Sebagai bagian dari upaya menjaga integritas dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) di Jawa Barat, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, angkat bicara terkait kasus video syur yang melibatkan seorang ASN berinisial TS dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jawa Barat.

Menanggapi isu tersebut, Herman menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pengumpulan informasi dan verifikasi data secara saksama. “Sedang kami check-recheck dan cross check yaah, kami mendapatkan laporan dari Kepala BKD Jawa Barat,” ujar Herman dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin, 24 Juni 2024.

Example 300x600

Lebih lanjut, Herman menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan keterlibatan TS dalam kasus video esek-esek tersebut. “Kita kan jangan dulu menjudge loh, jangan dulu menjudge, itu kan baru berita, baru informasi, tentu harus dicheck-recheck-cross check,” tegas Herman.

Saat ini, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat bersama Inspektorat sedang melakukan pendalaman terkait kasus ini. Di sisi lain, Herman juga menyampaikan bahwa Aparat Penegak Hukum (APH) telah memanggil pihak-pihak yang terkait untuk dimintai keterangan. “Kemudian di sisi lain dari Aparat Penegah Hukum (APH) juga sudah ada panggilan kepada yang bersangkutan, kita tunggu saja jadi jangan dijudge,” tutupnya.

Melalui pernyataan ini, Sekda Jawa Barat menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga integritas dan profesionalisme ASN di lingkungan Provinsi Jawa Barat. Penanganan kasus ini akan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan prosedur yang sesuai, serta menjunjung tinggi keadilan dan transparansi.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *