Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

Sekda Garut Apresiasi Dedikasi Warga dalam Upaya Pencegahan Stunting

8
×

Sekda Garut Apresiasi Dedikasi Warga dalam Upaya Pencegahan Stunting

Share this article
Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Nurdin Yana, melaksanakan peninjauan Gerakan Intervensi Pencegahan Stunting yang bertempat di Posyandu RW 08, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.
Example 468x60

KabarSunda.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, meninjau kegiatan Gerakan Intervensi Pencegahan Stunting di Posyandu RW 08, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, pada Senin, 24 Juni 2024. Di desa tersebut, tercatat 52 balita stunting, sementara di RW 08 terdapat satu balita stunting.

Nurdin Yana menyatakan bahwa kunjungannya bertujuan untuk mengamati partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan stunting. Ia mengapresiasi dedikasi warga yang telah mendonasikan tanahnya untuk pembangunan posyandu.

Example 300x600

“Ini penting bagi kita. Alhamdulillah, partisipasi masyarakat dalam penanggulangan stunting sudah ada. Tinggal nanti penetapannya, terutama dari sisi regulasi, demi kepentingan posyandu,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kader dan tenaga kesehatan di Desa Situsaeur aktif dalam pencegahan stunting. Nurdin berharap zero new stunting dapat tercapai, mengingat pemerintah daerah telah melakukan upaya maksimal dalam penanganan stunting di Kabupaten Garut.

Nurdin berharap, dengan sinergitas yang dibangun oleh seluruh pihak, mulai dari tokoh masyarakat, kader, tenaga kesehatan, maupun pemerintah kecamatan setempat, zero new stunting dapat segera terwujud, khususnya di Desa Situsaeur.

“Saya punya keyakinan dengan sinergi yang dibangun insya Allah zero new stunting yang kita targetkan akan terwujud,” ungkap Nurdin.

Camat Karangpawitan, Dadi Djakaria, menyatakan bahwa intervensi pencegahan stunting ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021. Pelaksanaannya dilakukan di posyandu, pustu, dan puskesmas.

“Stunting ini harus kita minimalisir. Atau mungkin ya harus ditiadakan karena dari stunting ini kan pengaruhnya ini kepada yang lain dalam hal ini tumbuh kembang anak,” ujarnya. Dadi berharap gerakan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat, dengan mengajak mereka untuk memeriksakan balita di posyandu.

Di tempat yang sama, Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Sri Prihatin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Bulan Serentak Intervensi Pencegahan Stunting yang dilaksanakan secara nasional. Di Kabupaten Garut, kegiatan ini salah satunya diadakan di Posyandu Srikandi RW 08, Desa Situsaeur.

Menurut Sri, Kabupaten Garut telah mencanangkan posyandu paripurna, menyasar seluruh siklus hidup. Namun pada hari ini, pihaknya memfokuskan pada pemantauan tumbuh kembang balita stunting, gizi kurang, ibu hamil, dan anemia pada remaja.

“Untuk pengukuran itu tinggi badan atau panjang badan, terus kemudian lingkar kepala, lingkar lengan yang dilaksanakan untuk bayi dan balita,” jelas Sri.

Sri menambahkan, gerakan intervensi stunting di Kabupaten Garut telah mencapai 93 persen berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan. Di Kabupaten Garut terdapat balita dengan masalah gizi, sehingga hal tersebut tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk melakukan diseminasi di tingkat kabupaten.

Ia juga menekankan pentingnya mengidentifikasi balita dengan masalah gizi serta memberikan intervensi maksimal, termasuk pemberian PMT dan edukasi, untuk mencapai zero new stunting di Kabupaten Garut.

“Kami menargetkan untuk mengidentifikasi balita dengan masalah gizi, khususnya stunting dan gizi buruk, serta mengintervensi mereka secara maksimal,” tandas Sri.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *