Adat Suku Sunda

Adat Suku Sunda
Adat Istiadat, Suku Sunda

Adat istiadat yang diwariskan leluhur pada masyarakat Sunda masih dipelihara dan dihormati. Dalam daur hidup manusia dikenal upacara-upacara yang bersifat ritual adat seperti: upacara adat Masa Kehamilan, Masa Kelahiran, Masa Anak-anak, Perkawinan, Kematian dll. Demikian juga dalam kegiatan pertanian dan keagamaan dikenal upacara adat yang unik dan menarik. Itu semua ditujukan sebagai ungkapan rasa syukur dan mohon kesejahteraan dan keselamatan lahir bathin dunia dan akhirat. Beberapa kegiatan upacara adat di Jawa Barat dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1.Sistem Kekerabatan
Poin yang pertama adalah adalah sistem keluarga dalam suku Sunda bersifat bilateral, garis keturunan ditarik dari pihak bapak dan ibu. Pada keluarga Sunda, bapak yang bertindak sebagai kepala keluarga. Ikatan kekeluargaan yang kuat dan peranan agama Islam yang sangat mempengaruhi adat istiadat mewarnai seluruh sendi kehidupan suku Sunda. Di kebiasaan suku Sunda dikenal adanya Pancakaki yaitu sebagai istilah-istilah untuk menunjukkan hubungan kekerabatan

Kemudian dalam bahasa Sunda dikenal pula kosa kata Sajarah dan Sarsilah (Salsilah atau Silsilah) yang memiliki pengertian kurang lebih sama dengan kosa kata sejarah dan silsilah dalam bahasa Indonesia. Sedang makna Sajarah adalah Susun Galur/garis keturunan.

2.Upacara Adat Seren Taun
Poin yang kedua adalah Upacara Seren Taun yang merupakan upacara (kebiasaan) adat khas tradisional Jawa Barat (Jabar) dimana upacara adat ini intinya adalah mengangkut padi (ngangkut pare) dari sawah ke leuit (lumbung padi) dengan menggunakan pikulan khusus yang disebut rengkong dengan diiringi tabuhan musik tradisional. Kemudian diadakan riungan (pertemuan) antara sesepuh adat/pemuka masyarakat dengan para pejabat pemerintah setempat.
Penjelasan lebih lanjut, yakni bahwa upacara Seren Taun membawa hasil tani sebagai permohonan syukur kepada Tuhan atas kehadiran pejabat setempat adalah untuk menyampaikan berita gembira mengenai keberhasilan panen padi (hasil tani) dan kesejahteraan masyarakat yang dicapai dalam kurun waktu yang telah dilalui. Kegiatan ini mempunyai salah satu ciri khas yaitu dengan prosesi seba atau dapat diartikan semacam menyampaikan segala hasil tani yang telah dicapai untuk dapat dinikmati oleh pejabat-pejabat setempat yang diundang untuk menghadiri acara tersebut.

3.Upacara Tingkeban
Adat istiadat Sunda yang berikut adalah Upacara Tingkeban, yaitu sebuah upacara yang diselenggarakan pada saat seorang ibu mengandung 7 bulan. Kebiasaan ini bertujuan sebagai bentuk permohonan atas keselamatan bagi sang bayi dan ibu yang melahirkan.
Merujuk kepada arti dari Tingkeban sendiri berasal dari kata Tingkeb yang mempunyai arti tutup, maksudnya sang ibu yang sedang mengandung selama 7 bulan tidak boleh bercampur dengan suaminya hingga empat puluh hari sesudah persalinan dan sebagai tanda agar sang ibu tidak bekerja terlalu berat karena bayi yang dikandung sudah besar. Mereka melakukan hal ini karena ingin menghindari segala hal buruk yang tidak diinginkan.

4.Upacara Adat Pesta Laut
Kebiasaan Upacara Adat Pesta Laut ini umumnya digelar di daerah Jawa Barat seperti Pelabuhan Ratu (Sukabumi) dan Pangandaran (Ciamis). Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk ucapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala hasil laut yang diperoleh oleh para nelayan dengan alat transportasi laut, juga ditujukan sebagai permohonan keselamatan agar para nelayan selalu diberi keselamatan dan hasil laut yang melimpah.

5. Upacara Sepitan/Sunatan
Upacara sunatan/khitanan dibuat dengan maksud agar alat vital pengantin sunat menjadi bersih dari segala kotoran. Pada kepercayaan agama Islam, seorang anak yang telah melaksanakan ritual sunatan berarti telah melaksanakan salah satu syarat sebagai umat Islam. Bagi kaum perempuan, Upacara Sepitan dilaksanakan pada saat anak itu berusia bayi agar tidak malu. Dalam tatacara adat, pelaksanaan upacara ini pada laki-laki dilakukan saat menginjak umur 6 tahun. Dalam upacara Sunatan, selain mengundang paraji sunat, juga mengundang para kerabat dan tetangga pengantin sunat.

Demikianlah ulasan mengenai adat istiadat suku sunda, yang mana adat istiadat suku sunda memiliki keragaman seni didalamnya, mudah-mudahan adanya artikel ini bisa bermanfaat bagi kalian semuanya

Terimakasih telah membaca, jangan lupa di share juga yah 🙂

Penulis : redaksi

Editor : Almasytha Suroto