Langsung ke konten
Global - Leaderboard Header
Pendidikan

LMS Numerasi Perkuat Kompetensi 5.000 Guru SD

Pemkab Sumedang meluncurkan program numerasi lewat LMS SCSA untuk tingkatkan kompetensi 5.000 guru SD dan dongkrak Rapor Pendidikan

Redaksi
Pembelajaran numerasi melalui Learning Management System (LMS) Sumedang Civil Service Academy (SCSA) di Command Center Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin, 26 Oktober 2026.
Pembelajaran numerasi melalui Learning Management System (LMS) Sumedang Civil Service Academy (SCSA) di Command Center Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin, 26 Oktober 2026.

KabarSunda.com- ​Pemkab Sumedang terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pengembangan ekosistem pembelajaran digital dengan diluncurkannya pembelajaran numerasi melalui Learning Management System (LMS) Sumedang Civil Service Academy (SCSA) di Command Center Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin, 26 Oktober 2026.

Program ini menyasar lebih dari 5.000 guru ASN jenjang sekolah dasar (SD) di Sumedang. Peluncuran dilaksanakan secara hybrid, dengan peserta yang hadir langsung dan guru yang mengikuti kegiatan secara berani.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, program tersebut menjadi langkah strategi untuk meningkatkan kompetensi guru sekaligus menjawab tantangan pembelajaran numerasi yang tetap membutuhkan perhatian serius.

 Penguatan numerasi harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, bukan sekadar melalui kegiatan pelatihan yang bersifat seremonial.

 “Ketika numerasi rendah harus melihat apa yang perlu diperbaiki. Salah satunya kualitas guru. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru harus dilakukan melalui ekosistem pembelajaran yang sistematis dan berkelanjutan,” ujarnya.

Bupati menegaskan, perubahan dunia yang berlangsung cepat menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi. 

Melalui LMS, guru diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, memperkaya pengalaman, serta menerapkan metode pembelajaran yang lebih efektif di kelas.

Menurutnya, kinerja transformasional harus diwujudkan melalui perubahan pola kerja, mulai dari pola pikir yang semula dilayani menjadi melayani, dari bekerja secara sektoral menjadi terintegrasi, serta dari zona nyaman menuju budaya kompetitif dan inovatif. 

“Jangan sampai pembelajaran ini hanya menjadi formalitas. Ada perubahan nyata pada diri guru, peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, dan pada akhirnya berdampak pada kemampuan anak-anak kita,” tegasnya.

Pengembangan LMS numerasi dilatarbelakangi hasil Rapor Pendidikan Tahun 2025. Capaian kemampuan numerasi murid jenjang jenjang SD di Sumedang berada pada angka 75,43.

 Angka tersebut turun 9,02 poin dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 84,42. Selain itu, sebanyak 24,57 persen murid belum mencapai kompetensi minimal numerasi.

Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika jenjang SD menunjukkan rata-rata sebesar 43,52, yang masih berada di bawah rata-rata provinsi dan nasional.

 Kondisi tersebut menjadi dasar bagi Disdik untuk memperkuat kapasitas guru melalui pembelajaran berkelanjutan, penyediaan materi berkualitas, pendampingan, serta ruang berbagi praktik yang baik.

 “Numerasi bukan sekedar mata kemampuan berhitung, tetapi juga kemampuan memahami informasi, menggunakan konsep matematika, bernalar, dan menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Kepala Dinas Pendidikan Eka Ganjar Kurniawan.

Program ini memiliki tiga tujuan utama, yakni meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran numerasi, membangun ekosistem pembelajaran guru yang berkelanjutan, serta memperkuat kolaborasi antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan pendidikan. 

Untuk mendukung pelaksanaannya, telah disiapkan 15 orang pengembang konten pembelajaran dan 26 fasilitator kecamatan yang akan mendampingi guru selama mengikuti program. 

 

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua