- Konsolidasi yang Solid: Program kerja tahun pertama IGI harus berdampak langsung ke guru di tingkat sekolah.
- Inovasi Pembelajaran: Seminar yang digelar bersamaan harus jadi pintu masuk praktik baik global untuk mentransformasi kelas-kelas di Indonesia.
- Rekomendasi Strategis: Hasil Rakernas diharapkan melahirkan rekomendasi kebijakan yang dapat dipertimbangkan di level daerah maupun nasional.
KabarSunda.com– Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menegaskan komitmen Pemprov Jabar dalam memuliakan guru melalui langkah nyata, bukan sekadar jargon.
Hal ini disampaikan dalam sambutannya yang diwakili Staf Ahli Gubernur pada pembukaan *Rapat Kerja Nasional I Ikatan Guru Indonesia (Rakernas I IGI) 2026* di Kabupaten Bogor, Jumat, 17 April 2026.
Mengusung tema Bergerak Bersama, Berkarya Nyata, Memuliakan Guru”, KDM menyebut tema tersebut sebagai panggilan nurani di tengah era transformasi digital 2026.
“Tantangan pendidikan kita semakin kompleks. Guru dituntut adaptif dengan AI dan teknologi pendidikan, tanpa kehilangan marwah kemanusiaannya,” tegasnya.
Data dan Tantangan
KDM mengutip data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 2025/2026 yang mencatat pemanfaatan platform teknologi pembelajaran nasional telah mencapai 85%.
Namun ia mengingatkan angka tersebut harus dibaca sebagai capaian infrastruktur dan distribusi perangkat, bukan pemerataan kualitas penggunaan harian.
“Pekerjaan rumah besar kita ada pada pemerataan kompetensi guru di daerah tertinggal,” ujarnya merujuk Data Pokok Pendidikan/Dapodik 2025. Untuk itu, Pemprov Jabar terus mendorong integrasi nilai karakter lokal melalui filosofi Panca Waluya agar lompatan teknologi tetap berpijak pada akar budaya Sunda.
Tiga Harapan untuk IGI
Dalam forum tersebut, KDM menitipkan tiga harapan besar kepada IGI:
Pilihan Lain