Langsung ke konten
Global - Leaderboard Header
Pendidikan

Bebas Anak Tidak Sekolah pada 2027, Ini Langkah yang Diambil Bupati Dony

Target Sumedang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) pada 2027 melalui program pilot project Relima Peduli Pendidikan dari Perpusnas RI.

Redaksi
Bupati Sumedang Dony, Ahmad Munir, menyambut baik pelaksanaan Relima Peduli Pendidikan.
Bupati Sumedang Dony, Ahmad Munir, menyambut baik pelaksanaan Relima Peduli Pendidikan.

KabarSunda.com- Kabupaten Sumedang menjadi program pilot project Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Peduli Pendidikan yang digagas Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). 

Program ini merupakan upaya untuk mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) ke jalur pendidikan formal maupun nonformal. Targetnya  Sumedang bebas ATS pada tahun 2027.

Program Relima Peduli Pendidikan dilatarbelakangi oleh tingginya angka ATS di Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sumedang.

Di Kabupaten Sumedang, jumlah ATS diperkirakan mencapai 5.000 anak. Melalui program ini, para relawan akan bergerak untuk menemukan anak-anak yang belum bersekolah, mendampingi mereka dengan memberikan motivasi dan penguatan, serta membantu mengatasi berbagai hambatan agar mereka dapat kembali mengenyam pendidikan.

Sumedang dipilih sebagai lokasi percontohan karena dinilai memiliki ekosistem pendidikan yang kuat, kemampuan digital yang matang, serta tata kelola pemerintahan yang baik.

Bupati Sumedang Dony, Ahmad Munir, menyambut baik pelaksanaan Relima Peduli Pendidikan. Literasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas masyarakat, termasuk dalam mengambil keputusan yang tepat dan berpartisipasi dalam pembangunan. 

“Penting sekali bila literasi daerah sangat tinggi, karena masyarakat bisa mengambil keputusan yang tepat dan berpartisipasi. Kalau masyarakatnya literat, pemerintah juga akan sangat terbantu dalam menyampaikan program dan kebijakan,” kata Bupati Dony saat menerima Kunjungan Kepala Perpusnas RI Aminudin Aziz di Gedung Negara, Jumat, 23 Oktober 2026.

Dalam pelaksanaan Relima Peduli Pendidikan, Pemkab Sumedang akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari relawan Program Keluarga Harapan (PKH), ketua RT/RW, hingga kepala sekolah dan guru. 

Mereka akan diberi pengugasan untuk membantu mengidentifikasi dan mengajak anak-anak yang tidak bersekolah agar kembali melanjutkan pendidikan.

Pemerintah daerah juga akan menyediakan data lokasi sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai pendukung informasi, sehingga anak-anak yang ditemukan dapat diarahkan ke satuan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Kepala Perpustakaan Nasional RI, Aminudin Aziz menjelaskan, Relima Peduli Pendidikan merupakan gerakan relawan literasi yang memanfaatkan literasi sebagai jalan untuk membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak yang tidak bersekolah. 

“Gagasan utamanya adalah literasi untuk membuka jalan kembali ke pendidikan, melalui tiga langkah, yaitu menemukan, meredam, dan kembalikan ke sekolah,” ujarnya.

 Ia menegaskan, program ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata dalam mengatasi permasalahan ATS, baik dengan mengembalikan mereka ke sekolah formal maupun lembaga pendidikan nonformal seperti PKBM.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menilai permasalahan ATS memerlukan terobosan yang nyata dan langkah-langkah yang lebih progresif agar dapat diselesaikan secara menyeluruh.

 “Harus ada terobosan radikal berdasarkan tujuan untuk menyelesaikan ATK,” katanya.

Ia menambahkan, Sumedang memiliki rekam jejak dan tradisi panjang dalam bidang pendidikan sehingga dinilai tepat menjadi lokasi percontohan program tersebut. Identitas Sumedang sebagai pusat pendidikan menjadi modal untuk mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak.

Melalui kolaborasi pemerintah, relawan, satuan pendidikan, dan masyarakat, Relima Peduli Pendidikan diharapkan dapat mempercepat penanganan ATS di Kabupaten Sumedang dan Provinsi Jawa Barat. 

Dengan demikian, semakin banyak anak memperoleh kesempatan untuk kembali belajar, mengembangkan potensi diri, dan meraih masa depan yang lebih baik.

 

 

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua