Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Panen Perdana Budidaya Cabai Merah di TPU Aisha Rashida Kota Tasikmalaya Berhasil Menuai Hasil Memuaskan

7
×

Panen Perdana Budidaya Cabai Merah di TPU Aisha Rashida Kota Tasikmalaya Berhasil Menuai Hasil Memuaskan

Share this article
Plh. Wali Kota Tasikmalaya Drs.H. Asep Sukmana M.Si menghadiri Panen Perdana Kegiatan Demfarm Budidaya Cabai Merah bertempat di TPU Aisya Rashida Kelurahan Tamanjaya Kecamatan Tamansari.
Example 468x60

KabarSunda.com — Hasil penanaman budidaya cabai merah di lahan kosong di TPU Aisha Rashida, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Penanaman cabai merah yang dilakukan di Denfarm melalui gerakan pemanfaatan lahan tidur untuk pengendalian inflasi Kota Tasikmalaya, melaksanakan panen perdana pada Rabu (19/06/2024).

Panen perdana tersebut dihadiri langsung oleh Plh. Wali Kota Tasikmalaya Asep Sukmana, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya Adang Mulyana, Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya Aswin Kosotali, Camat Tamansari, serta penyuluh pertanian dan para petani penggarap.

Example 300x600

Dalam budidaya cabai merah di lahan kosong ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menargetkan hasil panen sebesar 18 ton dalam 10 kali panen.

Plh. Wali Kota Tasikmalaya, Asep Sukmana, mengungkapkan bahwa program ini merupakan salah satu program unggulan Pj. Wali Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah untuk mengendalikan inflasi di sektor komoditas hortikultura.

“Budidaya cabai merah ini memanfaatkan lahan tidur di tempat pemakaman umum (TPU) Aisha Rashida Tamansari. Dengan pengelolaan yang baik, para petani mampu mencapai panen perdana dengan hasil yang memuaskan,” ujar Asep Sukmana pada Rabu (19/06/2024) sore.

Ia menjelaskan bahwa untuk mencapai panen budidaya komoditas cabai merah ini tidak memerlukan waktu yang lama.

“Dari persemaian, penanaman, hingga panen hari ini hanya membutuhkan waktu lebih dari tiga bulan, namun hasil panennya melimpah,” jelasnya.

Asep menuturkan bahwa penanaman cabai ini di atas lahan seluas satu hektar oleh para petani memerlukan waktu lebih dari tiga bulan untuk dipanen.

“Ini adalah upaya untuk memperbaiki kondisi pertanian di lahan tidur supaya menjadi produktif, sekaligus meningkatkan ketersediaan pangan di Kota Tasikmalaya, khususnya komoditas cabai,” imbuhnya.

Asep Sukmana juga menambahkan bahwa target dari budidaya penanaman cabai ini adalah agar komoditas cabai di Kota Tasikmalaya bisa mencapai surplus.

“Panen ini akan dilakukan secara bertahap hingga 10 kali pemanenan, dengan interval 7 hari, menargetkan hasil panen sebesar 15 hingga 18 ton. Ini luar biasa jika dikelola dengan baik,” paparnya.

Pihaknya juga mengapresiasi DKP3, para petani, dan pihak-pihak terkait yang telah bekerja keras dan bersungguh-sungguh dalam merawat Denfarm ini hingga mampu menghasilkan panen yang banyak.

“Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya yang terus mendukung program ini, juga kepada para petani yang bersungguh-sungguh dan telaten dalam merawat serta mengelola budidaya cabai sehingga mampu menghasilkan panen yang melimpah,” tandasnya.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *