Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Pameran Tunggal ‘Gabriel Aries’ di Lawangwangi Creative Space

13
×

Pameran Tunggal ‘Gabriel Aries’ di Lawangwangi Creative Space

Share this article
Pameran tunggal Gabriel Aries Setiadi bertajuk ‘Gabriel Aries’ dengan kurator Rizki A. Zaelani di Lawangwangi Creative Space, Bandung, yang diselenggarakan oleh ArtSociates.
Example 468x60

KabarSunda.com — Pameran tunggal yang bertajuk ‘Gabriel Aries’ di Lawangwangi Creative Space, Bandung, yang diselenggarakan oleh ArtSociates pada Sabtu (22/6/2024), resmi dibuka oleh Iwan Kurniawan Lukminto, seorang kolektor seni dan pemilik Tumurun Museum. Acara ini turut dihadiri oleh berbagai stakeholder seni rupa Indonesia.

Iwan Kurniawan Lukminto, bersama keluarganya, telah lama mengenal karya seni rupa dari seniman Indonesia maupun luar negeri, dan telah mengoleksi berbagai karya kontemporer, termasuk karya-karya Gabriel Aries Setiadi yang telah dipajang baik di ruang koleksi pribadi maupun di Tumurun Private Museum.

Example 300x600

Dalam pidato pembukaannya pada pameran ‘Poetical Urgency’, Lukminto mengungkapkan kekagumannya terhadap evolusi karier Gabriel Aries. Gabriel, yang awalnya terkenal dengan fokusnya pada penggunaan batu sebagai material, kini berhasil menyatukan dengan harmonis material alami dan fabrikasi/industrial dalam karya-karyanya, menciptakan harmoni visual yang menakjubkan.

Gabriel Aries Setiadi, selain sebagai seniman, juga aktif sebagai pengajar seni rupa di ISBI Bandung, menunjukkan konsistensi dalam eksplorasi trimatra. Lulusan FSRD-ITB ini telah menghadirkan pergeseran signifikan dalam pendekatannya sejak pandemi Covid-19, dengan mengintegrasikan logam, fiberglass, dan batu dalam karya abstrak formalisnya.

Menurut Rizki A. Zaelani, kurator pameran ‘Poetical Urgency’, karya-karya Gabriel membangun hubungan unik antara material alami seperti logam dan batu dengan material kultural seperti resin, hasil dari proses produksi industrial yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Gabriel berhasil menciptakan komposisi yang menarik dan kadang tidak dikenali, membangun urgensi dalam penciptaan yang menangkap sensasi dan estetika, menggabungkan afek dan percept dalam wujud keberadaan yang puitis, sebagaimana dikemukakan oleh Deuleuze-Guattari.

Andonowati, direktur ArtSociates, menyoroti daya tarik yang elegan dari karya-karya Gabriel dalam periode ini, yang telah mengalami kematangan dalam penggunaan media dan material yang lebih simbolis pasca pandemi. Gabriel dinilai mewarisi semangat Bandung School dalam pendekatan uniknya terhadap seni rupa.

Gabriel Aries Setiadi menjelaskan bahwa proses penciptaan karya untuk pameran ini melibatkan konstruksi rumit dari berbagai material, yang secara sadar mempertimbangkan dimensi ruang, waktu, dan konteks material, melampaui batasan-batasan metaforma sebelumnya.

Karya-karya ini merupakan sintesis dari berbagai gagasan visual, mengambil inspirasi dari perjalanan dan kunjungan ke berbagai kota di Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Indonesia sendiri, serta dari proses produksi eksperimen yang dilakukan sebelumnya.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *