Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Mengenal Lebih Jauh Makna Naskah Kuno dan Topeng Museum Sri Baduga

10
×

Mengenal Lebih Jauh Makna Naskah Kuno dan Topeng Museum Sri Baduga

Share this article
Seminar tahun ini mengambil tema ‘Nuansa Aksara dalam Naskah’ dan ‘Misteri di Balik Topeng’. Kegiatan tersebut menjadi upaya dalam melaksanakan fungsi Museum Sri Baduga yaitu memberi pengetahuan koleksi kepada masyarakat luas.
Example 468x60

KabarSunda.com — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, melalui UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat (PKDJB), menggelar Seminar Analisa Koleksi Museum Sri Baduga. Kegiatan ini diadakan secara hybrid pada Rabu-Kamis (19-20/6/2024) dan dibuka oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD PKDJB, Wanti Windari.

Seminar tahun ini mengangkat tema ‘Nuansa Aksara dalam Naskah’ dan ‘Misteri di Balik Topeng’. Acara ini merupakan upaya Museum Sri Baduga dalam memberikan pengetahuan mengenai koleksi mereka kepada masyarakat luas.

Example 300x600

“Semoga ilmu yang didapat di seminar ini menjadi manfaat yang tak terhingga, khususnya dalam mewujudkan upaya pemajuan kebudayaan dengan melestarikan warisan budaya kita yang merupakan tanggung jawab bersama,” ucap Wanti.

Berbagai materi penting disampaikan dalam seminar ini, termasuk ragam penulisan teks mushaf, nuansa keagamaan dalam Naskah Babad Cirebon koleksi Museum Sri Baduga, Islamisasi dalam tradisi, dan studi kasus naskah Pantun Ramayana.

Selain itu, terdapat pula diskusi mengenai topeng koleksi Museum Sri Baduga, teks dan konteks topeng Bali koleksi Museum Sri Baduga, simbol spiritual pada kedok topeng Cirebon, serta koleksi topeng sebagai daya tarik wisata.

Pada hari pertama seminar, hadir empat narasumber yaitu Jajang A. Rohman (akademisi), Undang Ahmad Darsa (akademisi), Ruhaliah (akademisi), dan Rahmat Sopian (Ketua Masyarakat Pernaskahan Nusantara Jawa Barat).

Di hari kedua, materi disampaikan oleh Toto Amsyar Suanda (seniman/budayawan), I Made Sudana (akademisi), Bendra Angrenaswara (akademisi), dan Lia Afriza (akademisi).

Seminar ini menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya, serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap makna naskah kuno dan topeng tradisional yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *