Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Jejak Sejarah Babakan Siliwangi, Ruang Hijau yang Berharga di Tengah Kota Bandung

10
×

Jejak Sejarah Babakan Siliwangi, Ruang Hijau yang Berharga di Tengah Kota Bandung

Share this article
Babakan Siliwangi, Kota Bandung.
Example 468x60

KabarSunda.com — Babakan Siliwangi, atau Baksil, merupakan sebuah kawasan hutan kota yang tidak hanya merupakan bagian dari lanskap Kota Bandung, tetapi juga mengandung sejarah yang kaya dan sering kali kontroversial. Kawasan ini memiliki arti yang mendalam bagi masyarakat Kota Bandung dan menjadi warisan alam yang patut dijaga dan dihargai.

  • Zaman Penjajahan: Awal Sebuah Warisan Alam

Dalam zaman penjajahan Belanda, kawasan yang kini dikenal sebagai Babakan Siliwangi dulunya dikenal sebagai Lebak Gede, sebuah sabuk hijau yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Kota Bandung. Terbentuk oleh Sungai Cikapundung puluhan ribu tahun yang lalu, Lebak Gede dianggap sebagai warisan alam yang penting bagi kota ini. Pada tahun 1920, wacana untuk menjadikan kawasan ini sebagai hutan kota dan perkebunan yang terbuka bagi masyarakat mulai digagas.

Example 300x600
  • Periode 1950an – 1980an: Menuju Era Komersialisasi

Setelah Indonesia merdeka, pengelolaan kawasan Lebak Gede diambil alih oleh Pemerintah Kota Bandung. Namun, dengan pesatnya perkembangan Bandung sebagai kota metropolitan, muncul keinginan untuk mengubah fungsi kawasan ini menjadi pusat kegiatan komersial. Pada masa pemerintahan Wali Kota Otje Djundjunan, upaya fisik untuk mengembangkan kawasan ini meningkat. Berbagai fasilitas wisata, termasuk Restoran Babakan Siliwangi, didirikan, menciptakan suasana pariwisata yang ramai dan mengundang minat wisatawan.

  • Periode 1990an – Kini: Kontroversi dan Pemulihan

Proses komersialisasi tidak berjalan mulus tanpa kontroversi. Rencana pembangunan yang melibatkan pihak swasta menimbulkan banyak pro dan kontra di kalangan masyarakat. Di tengah perdebatan ini, pada tahun 2003 terjadi kebakaran yang menghanguskan Restoran Babakan Siliwangi, menyulitkan situasi di kawasan ini. Namun, semangat untuk mempertahankan Babakan Siliwangi sebagai hutan kota terus dipupuk dan menjadi pemicu untuk melakukan langkah-langkah lebih lanjut dalam menjaga keberlangsungan kawasan ini.

  • Pengembangan Babakan Siliwangi Kini: Kembali ke Akar

Deklarasi Babakan Siliwangi sebagai hutan kota dunia oleh PBB pada tahun 2011 memberikan momentum baru. Pemerintah Kota Bandung mengambil langkah tegas dengan memutuskan kerjasama dengan pihak swasta pada tahun 2013, mengembalikan pengelolaan kawasan ini sepenuhnya ke tangan pemerintah. Upaya untuk menata Babakan Siliwangi sebagai hutan kota yang dapat diakses oleh masyarakat terus dilakukan, dengan partisipasi aktif dari berbagai pihak.

Babakan Siliwangi, dengan sejarahnya yang panjang dan penuh tantangan, mencerminkan perjuangan untuk menjaga lingkungan dan warisan alam yang berharga. Melalui langkah-langkah nyata untuk menjaga dan mengembangkan kawasan ini sebagai ruang terbuka hijau yang berkelas dunia, diharapkan Babakan Siliwangi dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan alam.

Bukan hanya menjadi cermin dari sejarah panjang Kota Bandung, tetapi juga merupakan penanda dari komitmen masyarakat dan pemerintah dalam menjaga lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup di kota ini. Semoga upaya-upaya ini terus berlanjut dalam menghadirkan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi Babakan Siliwangi dan Kota Bandung secara keseluruhan.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *