- Simpang Susun Pondok Udik yang terkoneksi dengan Jalan Raya Parung dan kawasan permukiman Kemang, Kabupaten Bogor.
- Simpang Susun Putatnutug yang menghubungkan jalur Haji Usa, memberi akses ke kawasan permukiman di Ciseeng.
- Simpang Susun Rumpin yang terhubung dengan Jalan Tamansari, membuka akses menuju kawasan pertambangan dan desa-desa di wilayah Rumpin.
KabarSunda.com- Tol Bogor-Serpong via Parung, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tol Boser, diproyeksikan menjadi tonggak baru konektivitas kawasan selatan Jabodetabek.
Ruas jalan sepanjang sekitar 31 kilometer ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh antara Bogor dan Serpong menjadi hanya 20 menit, jauh lebih singkat dibanding kondisi saat ini yang bisa mencapai satu jam.
Tahap pembangunan kini memasuki fase akhir persiapan, dengan perizinan lingkungan sudah diselesaikan dan hanya tinggal menunggu penandatanganan kontrak pengusahaan jalan tol.
Menyambung Bogor dan Serpong dalam Satu Tarikan Jalan
Tol Boser dirancang sebagai bagian penting dari jaringan JORR III (Jakarta Outer Ring Road III). Jalur ini membentang dari Junction (JC) Salabenda di Bogor hingga JC Serpong di Tangerang Selatan.
Dengan adanya tol ini, konektivitas antarwilayah akan semakin solid karena terkoneksi langsung dengan Tol Depok–Antasari, Bogor Outer Ring Road, serta Tol Serpong–Balaraja.
Selain menjadi penghubung antar kota, tol ini juga akan dilengkapi dengan lima interchange dan dua junction.
Kehadiran fasilitas tersebut memungkinkan masyarakat lebih mudah mengakses berbagai kawasan strategis tanpa harus memutar jauh. Nilai investasi proyek ini mencapai lebih dari Rp 8 triliun, dengan skema pembiayaan melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Akses Lokal Melalui Simpang Susun
Salah satu aspek penting dari Tol Boser adalah penyediaan akses lokal melalui sejumlah simpang susun. Beberapa titik utama yang direncanakan antara lain:
Pilihan Lain