Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Herman Suryatman: Modal Sosial Lebih Penting dari Modal Finansial

13
×

Herman Suryatman: Modal Sosial Lebih Penting dari Modal Finansial

Share this article
Sekda Jabar Herman Suryatman saat memimpin apel pagi dirangkaikan dengan Penyerahan SK Pensiun, KTP elektronik dan Taspen kepada ASN purnatugas di halaman depan Gedung Sate.
Example 468x60

KabarSunda.com — Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman, mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Pemdaprov Jabar untuk memaksimalkan modal sosial agar program pembangunan dapat berjalan dengan baik. Menurut Herman, modal sosial berupa partisipasi aktif dan positif dari masyarakat dalam berbagai program adalah kunci kesuksesan. Kebahagiaan masyarakat, yang ditopang oleh kesejahteraan, menjadi syarat utama agar modal sosial ini muncul.

“Sangat sulit menggerakkan masyarakat jika mereka kurang bahagia,” ujar Herman Suryatman saat memimpin apel pagi di halaman depan Gedung Sate Bandung, Senin, 3 Juni 2024.

Example 300x600

Herman berpandangan bahwa kebahagiaan masyarakat akan meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah. “Dengan tingginya kepercayaan, modal sosial akan kuat, dan itu sejatinya adalah modal utama pembangunan,” katanya.

Jawa Barat, lanjutnya, memiliki hampir 50 juta penduduk yang tersebar di 27 kabupaten dan kota, yang merupakan modal awal sangat berharga. Herman menambahkan, modal sosial jauh lebih berharga dibandingkan modal finansial. Program pembangunan bisa didanai dengan anggaran besar, tetapi efektivitasnya sangat tergantung pada partisipasi masyarakat.

“Modal finansial hanya sebagian kecil saja,” tegasnya.

Berbicara mengenai finansial, Herman mengungkapkan bahwa APBD 2024 Provinsi Jabar sebesar Rp36 triliun dan kemungkinan akan mengecil Rp6 triliun menjadi Rp30 triliun pada 2025.

“(APBD Rp30 triliun) Itu sangat kecil jika dibandingkan dengan pekerjaan rumah kita yang berat dan kompleks,” ujar Herman.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, dibutuhkan langkah-langkah ekstra dari seluruh ASN di Jawa Barat. Herman mengingatkan ASN untuk memotivasi diri agar terus bergerak demi kemajuan Jabar. “Harus ditanamkan di alam bawah sadar,” cetusnya.

Herman menegaskan bahwa semua pergerakan di Pemdaprov Jabar merupakan agregasi dari berbagai kebutuhan 27 kabupaten dan kota, yang menyangkut nasib sekitar 50 juta penduduk. Oleh karena itu, dibutuhkan gerak bersama.

“Sejatinya, angka-angka di Jawa Barat adalah agregasi dari 27 kabupaten/kota. Tanpa partisipasi kabupaten/kota, sangat berat untuk diatasi,” katanya.

Herman mencontohkan permasalahan pengangguran yang harus dijawab bersama. Statistik menunjukkan angka pengangguran di Jabar 2024 mencapai 6,9 persen. Meskipun ada penurunan dari tahun sebelumnya yang 7,44 persen, tujuan pembangunan adalah agar tidak ada lagi orang tanpa pekerjaan dan penghasilan.

Pada kesempatan apel pagi tersebut, Sekda Herman Suryatman juga menyerahkan SK Pensiun, KTP elektronik, dan Tabungan Pensiunan kepada ASN purnatugas.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *