Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Eman Suherman Lestarikan Tradisi Sunda sebagai Fondasi Kemajuan Majalengka

11
×

Eman Suherman Lestarikan Tradisi Sunda sebagai Fondasi Kemajuan Majalengka

Share this article
Sekda Kab Majalengka, H Eman Suherman saat di Desa Sunia Baru.
Example 468x60

KabarSunda.com — Di bawah kaki Gunung Ciremai, Desa Sunia Baru di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, hari ini meriah dengan suasana berbeda. Desa tersebut menggelar tradisi “Ngalaksa” atau selamatan pada Senin (22/04/2024). Tradisi ini dilestarikan untuk mengingatkan asal-usul dan sebagai bentuk penghormatan terhadap Dewi Padi, yang dikenal dalam masyarakat Sunda sebagai Dewi Sri atau Nyi Pohaci Sanghyang Sri. Ngalaksa, yang dilaksanakan setelah panen, merupakan ungkapan syukur dari masyarakat desa yang mayoritas adalah petani.

Kata “Pareresan” berasal dari bahasa Sunda “reres panen,” yang berarti selesai panen. Setiap kegiatan pareresan selalu dihadiri oleh pejabat pemerintah.

Example 300x600

Di tengah acara, Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka, H. Eman Suherman, membuka kegiatan Ngalaksa yang diadakan oleh Pemdes Sunia Baru, Kecamatan Banjaran. Eman mengapresiasi kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini.

“Tradisi ini harus terus dilestarikan sebagai khazanah budaya daerah. Kegiatan turun-temurun ini diharapkan dapat menambah kearifan lokal dan harus terus dijaga,” ujar Eman.

Ia berharap acara Ngalaksa dapat menjadi momentum untuk mempersatukan masyarakat serta menumbuhkan rasa gotong royong dan kebersamaan, khususnya bagi warga Desa Sunia Baru.

“Selain itu, diharapkan acara ini mampu menjadi daya tarik wisata budaya yang lebih luas, sehingga berdampak positif pada perekonomian dan promosi pariwisata di Kabupaten Majalengka,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sunia Baru, Dadan Sukmana, mengatakan bahwa kegiatan Ngalaksa tahun ini mencakup berbagai kegiatan seperti bola voli, bakti sosial, ngagogo ikan, dan hiburan wayang golek Giri Harja 3 dengan dalang Dadan Sunandar.

“Pelaksanaan Ngalaksa ini adalah wujud syukur masyarakat terhadap hasil panen. Dan kegiatan ini murni menggunakan anggaran dari hasil gotong royong masyarakat,” ungkap Dadan.

Kades Sunia juga menambahkan bahwa Ngalaksa merupakan ritual memandikan benda pusaka yang masih ada dan tersimpan dengan baik, dengan menggunakan air dari balong gede.

“Balong gede ini adalah sumber mata air desa yang mengairi sawah di sekitar wilayah perbatasan desa serta dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari warga sekitar,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *