KabarSunda.com- Desa Alamanis Resort Villa Cirebon, Jalan Cirebon–Kuningan, Patapan, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, menghadirkan event seni dan budaya bertajuk Palagan Tari Nusantara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus mengangkat kembali seni tari khas Cirebon kepada masyarakat luas.
Event tersebut tidak hanya menyasar peserta dari wilayah Cirebon dan Ciayumajakuning, tetapi juga terbuka bagi sanggar tari dari berbagai daerah di Indonesia.
Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 11 Agustus dan akan berlangsung hingga 5 September 2026.
Selanjutnya, peserta dijadwalkan mulai melakukan pengambilan nomor urut pada 8 September 2026.
General Manager Desa Alamanis Resort Villa Cirebon, Ni Made Sudiasih mengatakan, Palagan Tari Nusantara dihadirkan sebagai wadah untuk mempertemukan seni, budaya, pariwisata, sekaligus memperkenalkan Desa Alamanis kepada masyarakat lebih luas.
“Konsepnya adalah seni dan budaya. Kami ingin memperkenalkan seni budaya Cirebon di Alamanis, sekaligus mengangkat budaya yang ada dan mengenalkan Desa Alamanis sebagai resort yang memiliki konsep unik, yakni kembali ke desa,” ujar Ni Made dikutip daei About Cirebon pada Senin, 24 Agustus 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga akan menjadi rangkaian perayaan ulang tahun Desa Alamanis yang jatuh pada 8 September.
Event ini akan berlangsung mulai September hingga akhir Desember 2026.
Pelaksanaan Palagan Tari Nusantara nantinya tidak terpusat pada satu lokasi. Penampilan para peserta akan digelar secara bergilir setiap akhir pekan.
Lokasi pertunjukan juga akan berpindah-pindah di sejumlah area yang berada di lingkungan Desa Alamanis maupun lokasi yang menjadi bagian dari kerja sama dengan perusahaan sister company.
Konsep tersebut sengaja dibuat agar masyarakat tidak hanya menyaksikan pertunjukan tari, tetapi juga dapat menikmati suasana dan berbagai fasilitas yang dimiliki Desa Alamanis.
“Kami menargetkan minimal 40 peserta. Nantinya penampilan akan dilakukan secara bergilir dari peserta tari setiap weekend dan berpindah-pindah tempat. Ini sekaligus untuk mengenalkan bahwa Alamanis memiliki area yang bisa dieksplorasi,” katanya.
Ni Made menjelaskan, gagasan menggelar event tari muncul dari keprihatinan terhadap perkembangan seni budaya Cirebon yang dinilai belum mendapatkan eksposur sebesar sektor kuliner.
Menurutnya, Cirebon selama ini lebih banyak dikenal melalui kekayaan kulinernya.
Karena itu, Desa Alamanis ingin ikut mengambil peran dalam mengangkat seni tari sebagai bagian penting dari identitas budaya daerah.
“Kesenian di Cirebon menurut saya masih belum terlalu terangkat. Yang lebih banyak terangkat justru kulinernya. Karena itu, kami ingin menaikkan lagi seni budaya tari khas Cirebon,” tuturnya.
Bu Made berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan menghargai budaya daerah.
Seni tari, kata dia, bukan hanya soal pertunjukan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa seni anak-anak muda.
“Untuk menguasai seni tari tidak semua orang bisa. Di dalamnya ada jiwa seni yang keluar. Makanya kami ingin mengangkat seni tari, selain kuliner khas Cirebon,” ujarnya.
Menariknya, Palagan Tari Nusantara tidak membatasi peserta berdasarkan wilayah. Promosi kegiatan bahkan dilakukan hingga ke sejumlah kota seperti Yogyakarta, Bali, dan Jakarta.
“Kami tidak hanya terbatas di Cirebon atau Ciayumajakuning. Kami mempromosikan ke berbagai wilayah, sehingga peserta dari luar daerah juga bisa datang ke sini,” ujar Ni Made.
Untuk menarik minat peserta, panitia juga menyiapkan hadiah yang dinilai cukup menarik, termasuk kesempatan menginap gratis di Desa Alamanis.
Fasilitas tersebut diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi peserta sekaligus memperkenalkan konsep wisata yang ditawarkan Desa Alamanis.
Dengan menggabungkan seni pertunjukan dan pengalaman wisata, event ini diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Cirebon.
Ni Made berharap Palagan Tari Nusantara dapat memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan seni dan pariwisata di Cirebon.