KabarSunda.com- IPB University resmi melantik Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP., M.Si., sebagai Rektor Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2025–2028.
Pelantikan tersebut menorehkan sejarah baru, karena Dr. Alim yang berusia 43 tahun menjadi rektor termuda dalam sejarah institusi pendidikan pertanian terkemuka tersebut.
Pelantikan dipimpin oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) IPB University, Prof. Hardinsyah, di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga. Dr. Alim menggantikan Prof. Arif Satria, yang dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beberapa waktu lalu.
Perjalanan Karier dari Demak hingga Memimpin IPB
Lahir di Demak pada 27 Februari 1982, Dr. Alim merupakan akademisi yang sepenuhnya ditempa di IPB University.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister di Program Teknologi Industri Pertanian IPB, kemudian meraih gelar doktor di bidang Agribusiness and Agricultural Economics dari Ehime University, Jepang.
Karier akademiknya dimulai sebagai dosen Departemen Manajemen. Ia kemudian memegang berbagai posisi strategis, termasuk Direktur Kemahasiswaan dan terakhir menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur.
Visi Technopreneurial University dalam Bingkai Agromaritim 5.0
Dalam pidato perdananya, Dr. Alim menyampaikan visinya untuk membawa IPB University menjadi Technopreneurial University yang berfokus pada inovasi dan pengembangan solusi agromaritim berbasis teknologi.
“Tumbuh di keluarga guru dan petani mengajarkan saya bahwa menanam ilmu adalah investasi masa depan,” katanya dalam acara pelantikan di Dramaga, Kamis (11 Desember 2025).
Ia juga menekankan pentingnya kurikulum yang link and match, penguatan future skills, serta penciptaan ekosistem inovasi yang kolaboratif.
“Keguyuban dan kekompakan adalah modal sosial kita untuk melompat lebih tinggi,” katanya dalam acara pelantikan di Dramaga, Kamis, 11 Desember 2025.
Dukungan dan Amanat dari MWA dan Rektor Sebelumnya
Ketua MWA IPB University, Prof. Hardinsyah, menyatakan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari upaya strategis menuju visi IPB 2045.
“Ini bukan sekadar pergantian, tetapi bagian dari transformasi untuk memperkuat reputasi, inovasi, dan ketangguhan IPB,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Arif Satria—yang kini menjabat sebagai Kepala BRIN—berpesan agar IPB terus menjadi institusi unggul di kawasan Global South melalui penguatan inovasi berbasis innopreneurship.
“Mimpi besar ini membutuhkan kerja kolektif, penguatan ekosistem sains, dan perluasan kerja sama internasional,” kata Prof. Arif.
IPB Bersiap Memasuki Babak Baru
Dengan kepemimpinan baru ini, IPB University menegaskan komitmennya untuk berakselerasi sebagai kampus berkelas dunia yang tangguh, inovatif, serta memberi dampak nyata bagi pembangunan bangsa.













