Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

BPBD Cianjur Mulai Pencairan Dana Stimulan Tahap IV untuk Korban Gempa

6
×

BPBD Cianjur Mulai Pencairan Dana Stimulan Tahap IV untuk Korban Gempa

Share this article
Ilustrasi bantuan rumah korban gempa Cianjur.
Example 468x60

KabarSunda.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur telah memulai pencairan dana stimulan tahap IV kepada 1.100 kepala keluarga (KK) yang terdampak gempa. Dana sebesar Rp71 miliar ini telah tersedia di rekening penerima, memungkinkan mereka untuk mencairkannya mulai Senin (10/6).

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen Dana Siap Pakai (PPK-DSP) BPBD Cianjur, Nurzain, sebagian besar penerima adalah penyintas gempa dengan kategori rumah rusak berat. Dari total penerima tahap IV ini, sebanyak 1.090 KK mengalami kerusakan rumah yang berat, sementara sisanya adalah korban dengan rumah rusak sedang dan ringan yang masih bertahan di tenda.

Example 300x600

“Proses pencairan bantuan tidak tergantung zonasi selama berkas penerima sudah lengkap dan divalidasi oleh tim teknis. Pengajuan pencairan ke BNPB bisa segera dilakukan,” ujarnya pada Minggu (9/6).

Bantuan stimulan tahap IV ini akan dialokasikan untuk 36.285 KK yang menjadi korban gempa Cianjur pada tahun 2022. Rincian penerimanya mencakup 4.457 rumah rusak berat, 4.912 rumah rusak sedang, dan 26.916 rumah rusak ringan.

“Total dana stimulan untuk perbaikan rumah yang rusak pada tahap IV ini mencapai Rp818,55 juta, yang telah siap di rekening BNPB,” jelas Nurzain.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara simbolis menyerahkan bantuan stimulan tahap IV kepada 500 penyintas pada Jumat (7/6) di Pendopo Kabupaten Cianjur. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa pencairan bantuan ini merupakan bagian dari arahan Presiden Joko Widodo, yang selalu memantau dan memberi instruksi untuk mengutamakan kesejahteraan masyarakat terdampak bencana.

“Saya menyerahkan bantuan stimulan tahap IV atas perintah Presiden Joko Widodo yang terus memonitor dan memberikan arahan untuk memprioritaskan penyelesaian masalah rakyat terdampak bencana, terutama di Cianjur,” kata Suharyanto.

Suharyanto juga menambahkan bahwa keterlambatan pencairan bantuan tahap IV disebabkan oleh berbagai masalah lapangan, seperti data penerima yang ganda dan pelaporan yang lambat. Oleh karena itu, validasi data memakan waktu cukup lama.

“Pendataan ulang diperlukan karena jumlah rumah yang rusak akibat gempa hampir mencapai 90 ribu unit, dengan sekitar 20 ribu unit mengalami kerusakan berat,” ungkapnya.

Dengan dimulainya pencairan dana stimulan tahap IV ini, diharapkan para penyintas gempa di Cianjur dapat segera memperbaiki rumah mereka dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *