Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pendidikan

Bey Machmudin Minta Semua Pihak Aktif Cegah Perundungan

13
×

Bey Machmudin Minta Semua Pihak Aktif Cegah Perundungan

Share this article
Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin sudah menginstruksikan Dinas Pendidikan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) segera menangani kasus perundungan yang dialami Nabila Fitri Nuraini (18).
Example 468x60

KabarSunda.com — Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, telah menginstruksikan Dinas Pendidikan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) untuk segera menangani kasus perundungan yang dialami Nabila Fitri Nuraini (18).

Nabila, seorang siswa SMK Kesehatan Rajawali di Kabupaten Bandung Barat, meninggal dunia pada 30 Mei 2024 setelah dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Ia diduga mengalami perundungan psikis dari teman sekelasnya selama tiga tahun, yang mengakibatkan depresi dan gangguan jiwa.

Example 300x600

“Saya sudah meminta Plh. Kadisdik untuk mengkaji secara mendalam, sehingga nantinya apakah perlu ada laporan dari setiap guru kepada orang tua atau mekanisme lainnya,” ujar Bey Machmudin di Bandung, Kamis (13/6/2024).

Bey menyatakan telah menemui keluarga Nabila di rumah neneknya di Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, pada Rabu (12/6/2024). Rumah Nabila sendiri berlokasi di Kampung Centeng, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, namun keluarga memutuskan untuk memakamkan Nabila di pemakaman keluarga dekat rumah neneknya.

“Saya kemarin mengunjungi dan menyampaikan duka cita yang mendalam,” kata Bey.

Perundungan yang diduga dialami Nabila selama tiga tahun baru terungkap setelah viral di media sosial. Ibunya pernah mendengar keluhan dari Nabila mengenai perundungan tersebut, namun Nabila meminta agar tidak dijadikan masalah karena ingin fokus belajar. Kepala sekolah pun mengaku tidak menerima laporan perundungan dari orang tua.

Menanggapi fenomena ini, Bey meminta sekolah, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya untuk aktif bekerja sama dalam mencegah perundungan. Inisiatif dan keberanian melapor sangatlah penting.

“Kami meminta semua pihak untuk melakukan upaya masif agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tegas Bey di Bandung, Kamis (13/6/2024).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri sejak 2023 telah memiliki program Stopper (Sistem Terintegrasi Olah Pengaduan Perundungan) dengan tagline ‘Tiga Berani’, yaitu Berani Bicara, Berani Lapor, dan Berani Menolak.

Stopper Jabar yang terintegrasi dengan aplikasi Sapawarga memungkinkan siswa korban, orang tua, atau teman korban yang mengetahui adanya perundungan dapat melapor melalui WA, QR Code, dan website, yang kemudian akan ditindaklanjuti oleh pihak sekolah.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *