Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

Beranda Berita Kesehatan Pemerintah dan Swasta Komitmen Percepat Eliminasi TB di Kabupaten Bogor

15
×

Beranda Berita Kesehatan Pemerintah dan Swasta Komitmen Percepat Eliminasi TB di Kabupaten Bogor

Share this article
Pemdakab Bogor memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan pelayanan Tuberkulosis (TB) di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) baik puskesmas.
Example 468x60

KabarSunda.com — Dalam upaya mengeliminasi penyakit menular Tuberkulosis di Kabupaten Bogor, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor memperkuat kolaborasi guna meningkatkan pelayanan Tuberkulosis (TB) di berbagai Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes). Kolaborasi ini mencakup puskesmas, klinik, serta rumah sakit pemerintah dan swasta, bekerja sama dengan United States Agency for International Development (USAID) melalui strategi District-Based Public Private Mix (DPPM).

Pembahasan mengenai hal ini dilakukan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) DPPM yang digelar di Hotel Alana Sentul Babakan Madang pada Rabu, 12 Juni 2024.

Example 300x600

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Agus Fauzi, menyatakan bahwa strategi DPPM merupakan salah satu langkah untuk mencapai eliminasi TB pada tahun 2030. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses layanan yang bermutu dan berpihak pada pasien, melalui penguatan jejaring pelayanan TB di Fasyankes pemerintah maupun swasta.

“Hari ini kami mengadakan pertemuan terkait rencana persiapan pelaksanaan integrasi layanan primer di Kabupaten Bogor. Semoga kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi dan terjalin koordinasi yang baik dalam menjalankan strategi intervensi DPPM guna mewujudkan Kabupaten Bogor bebas dari Tuberkulosis,” kata Agus Fauzi.

Zaelani Maulana Hakim, Private Sector Officer USAID Bebas TB Kabupaten Bogor, menjelaskan bahwa USAID mendukung strategi penurunan kasus Tuberkulosis menuju eliminasi pada tahun 2030 melalui program Ujang Mandor (Upayakan Jangan Sampai Kendor). Melalui program ini, USAID ingin memastikan bahwa Kabupaten Bogor dapat melakukan intervensi DPPM yang strategis dan terukur, serta memastikan bahwa Fasyankes memberikan layanan TB yang berkualitas sesuai standar.

Menurut Zaelani, program ini juga memastikan bahwa seluruh terduga dan pasien menjalani proses pengobatan sesuai standar hingga tuntas. Setiap Fasyankes diharapkan melakukan peninjauan mandiri terhadap data penderita TB masing-masing dan lebih optimal dalam mengidentifikasi terduga yang belum terdiagnosis.

“Penting untuk mengidentifikasi secara dini pasien TB yang berisiko mengalami kegagalan pengobatan karena ketidakpatuhan, efek samping obat, atau perkembangan penyakit yang tidak diharapkan. Hal ini guna meningkatkan keberhasilan pengobatan pasien TB,” jelas Zaelani.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *