Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Bapenda Kabupaten Bekasi Terus Menggenjot Potensi Pajak di Semua Sektor

12
×

Bapenda Kabupaten Bekasi Terus Menggenjot Potensi Pajak di Semua Sektor

Share this article
Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Ani Gustini.
Example 468x60

KabarSunda.com — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi terus berupaya keras untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2024 dengan menggali potensi pajak dari berbagai sektor, yang menjadi sumber utama PAD.

Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Ani Gustini, menyatakan pada Kamis (13/6/2024) bahwa target PAD tahun ini telah berhasil dicapai, namun pihaknya masih terus mencari sumber PAD tambahan dari sektor-sektor lain yang tersedia.

Example 300x600

“Kami sedang fokus untuk mengoptimalkan tim dalam memastikan pencapaian target PAD Kabupaten Bekasi. Kami juga tengah mengeksplorasi potensi yang belum termanfaatkan secara maksimal, dengan melakukan analisis mendalam terhadap setiap potensi yang ada,” ujarnya.

Ani menjelaskan bahwa saat ini fokus mereka terutama pada sektor apartemen, di mana tim sedang melakukan verifikasi untuk memastikan bahwa pajak yang terhutang dari properti tersebut dapat dihitung dengan akurat setelah penjualan oleh pengembang.

“Mengenai sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), kami mencatat adanya peningkatan signifikan di sembilan kecamatan dari total 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi pada tahun 2024 ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ani menyebutkan bahwa dari 11 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sebanyak tujuh di antaranya telah mencapai target yang ditetapkan. Namun, masih ada beberapa SKPD lain yang perlu diberi perhatian khusus karena pencapaian target mereka masih di bawah standar yang diharapkan.

Untuk tahun 2024, Bapenda Kabupaten Bekasi telah menetapkan target PAD sebesar Rp2,672 triliun dari tujuh sektor pajak utama. Ketujuh sektor ini mencakup Pajak Barang Jasa Tertentu (PBJT), pajak reklame, pajak air tanah, pajak sarang burung walet, pajak mineral bukan logam dan batuan, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *