Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

238 Balita Terindikasi Stunting, Begini Kata Dinkes Kota Banjar

14
×

238 Balita Terindikasi Stunting, Begini Kata Dinkes Kota Banjar

Share this article
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar Saifuddin saat menggelar program gerakan serentak intervensi penanganan stunting di salah satu Posyandu di Kota Banjar.
Example 468x60

KabarSunda.com — Lebih dari 200 balita di Kota Banjar terindikasi mengalami stunting berdasarkan hasil pendataan hingga 11 Juni 2024. Menurut Dinas Kesehatan Kota Banjar, jumlah kasus stunting masih bersifat dinamis karena pendataan akan berlangsung hingga akhir Juni 2024.

Temuan ini muncul selama pelaksanaan program gerakan serentak intervensi penanganan stunting di Posyandu-Posyandu.

Example 300x600

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, Saifuddin, menyampaikan bahwa sebanyak 3.235 anak telah ditimbang dan diukur sebagai bagian dari program pencegahan stunting hingga 10 Juni. Dari jumlah tersebut, 238 anak terindikasi mengalami stunting.

“Sasaran program pencegahan stunting ini adalah sebanyak 12.200 anak balita di Kota Banjar, dengan pemeriksaan juga dilakukan terhadap ibu hamil, calon pengantin, dan balita,” kata dia pada Rabu (12/6).

Saifuddin menyatakan bahwa data ini masih dalam proses hingga akhir Juni. Program intervensi pencegahan stunting ini melibatkan pengukuran dan penimbangan balita, serta penapisan ibu hamil dan calon pengantin, dan akan berlangsung selama satu bulan.

“Tim petugas akan melakukan sweeping dan memberikan edukasi langsung ke rumah warga untuk memastikan target sasaran tercapai hingga akhir bulan Juni,” katanya.

Saifuddin menekankan pentingnya partisipasi warga dalam program ini untuk mencegah kasus stunting di Kota Banjar. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa kasus stunting di Kota Banjar telah mengalami penurunan dalam empat tahun terakhir.

“Pada tahun 2021, kasus stunting mencapai 8,7 persen atau 912 kasus. Kemudian menurun menjadi 7,02 persen atau 846 kasus pada tahun 2022, 7,15 persen atau 776 kasus pada tahun 2023, dan 6,73 persen atau 751 kasus hingga bulan April 2024,” jelasnya.

Menurut dia, meskipun persentase sedikit meningkat, jumlah kasus stunting secara keseluruhan terus menurun. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan terus melakukan upaya pencegahan.

“Dengan penurunan kasus stunting, kami berharap adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dan perawatan anak balita. Melalui program-program pencegahan stunting seperti ini, diharapkan dapat mengurangi angka stunting di Kota Banjar dan meningkatkan kesehatan generasi muda,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *